Tampilkan postingan dengan label vakansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vakansi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2014

Go Somewhere

Tak ada jam 8
Tak ada deadline pekerjaan
Tak ada laporan
Tak ada telpon
Tak ada jam 5
Tak ada Jakarta

Dan diantara kita juga masih tak ada jawaban

Pulau Sempu
21 Nov 2014

Rabu, 19 November 2014

Melankolia Kupang

Aku ingin engkau mengingatku...

Seperti Pulai Semau melindungi teluk kupang dari gelombang pasang

Memelukmu erat seperti bibir pantai Lasiana sampai Tenau mengait erat Laut Sawu

Membuatmu tertawa lepas seperti bocah Oesapa bermain sepakbola pantai

Menyelimutimu sehangat matahari timor

Dan memaafkanmu seperti melupakan untuk pergi ke kupang barat untuk melihat fajar

Viva Frans Seda

Kamis, 25 September 2014

Sea Land Adventure Labuan Bajo - Lombok

     Berkunjung ke kota manapun, tidak lengkap bagi saya tanpa mencicipi kopi khas dan unggulan daerah setempat. Oleh karena itu saya pergi 5 jam lamanya dari Labuan Bajo ke daerah bernama Ruteng. Daerah pegunungan selalu memiliki kopi yang khas, ada kepuasan tersendiri ketika melihat uap kopi panas yang mengepul dan menembus udara dingin pegunungan.

     Untuk masalah kopi, saya cukup beruntung bertemu dengan Pak Petrus. Kebetulan saya menginap di tempat teman saya (baru kenalan di Bandara, Mas Rendra), yang kebetulan bekerja di Ruteng. Mungkin mas Rendra kasihan melihat saya, ketika saya terlihat tidak memiliki "face" orang setempat dan kebingungan di dalam travel karena belum tahu di penginapan mana saya akan menginap. 

     Pak Petrus adalah penjaga kontrakan dimana mas Rendra tinggal, dan juga seorang petani kopi tradisional. Setiap sore beliau selalu datang ke kontrakan kami dan menawarkan untuk mampir ke rumahnya, sekedar mengajak minum kopi bersama. Awalnya saya segan, namun karena dorongan dari badan saya yang mebutuhkan kopi hangat maka saya bergegas mengiyakan ketika Pak Petrus mengajak minum kopi.

     "Maaf ee tadi mati lampu, sa tara tau kalau hari ini voucher listrik su habis. Untung warung buka ee, sa jadi bisa beli voucher". Gak Marah kan mas? Ngopi-ngopi di sa pu rumah ayo mas", ucap Pak Petrus.
Pak Petrus dan Keluarga
     Di Ruteng sendiri, sudah jadi semacam tradisi tak tertulis, ketika ada orang melakukan kesalahan. Maka lebih afdolnya ialah meminta maaf dengan mengajak ngopi sambil meluruskan masalah yang terjadi. 

     Setelah urusan pekerjaan saya di Ruteng selesai, saya memutuskan untuk bergegas kembali ke Labuhan Bajo. Saya menginap di Motel Pelangi, harganya murah, nyaman dan cukup dekat dengan area ramai di Labuan Bajo.

Sun Set Bukit Cinta di Labuan Bajo
     Dari sebelum saya datang ke Labuan Bajo, saya ingin sekali untuk ikut trip sea land adventure dari labuan bajo ke Lombok. Tidak susah untuk menemukan agen perjalanan di labuan bajo, dan akhirnya setelah survey harga sana-sini. Saya menemukan harga yang saya rasa pas dengan kantong dan ambisi saya untuk ikut sea land adventure.
Cave Man at Gua Batu Cermin
      Namun Sebelum ikut trip, saya sempatkan dahulu untuk caving di Gua Batu Cermin, 15 Menit dari penginapan saya. Diceritakan oleh pemandu saya, bahwa gua ini adalah gua dari jaman batu. Gua ini dulunya ialah bagian laut yang mengering.

     4 hari 3 malam saya hidup di atas kapal, saya masih tidak percaya. Sebagai anak yang menghabiskan masa kecilnya di kaki gunung Sindoro & Sumbing, saya tidak pernah bermimpi untuk bisa berwisata semacam ini.

Berikut ialah hal selo yang saya lakukan pada saat ikut sea land adventure.

1. Treking di Pulau Rinca 
Pulau Rinca
 2. Diving & Menginap di Sekitaran Pink Beach
Jarak antara Kenangan & Seseorang
3. Treking di Komodo National Park
Komodo
Team Boat Lombok
 3. Berenang di Danau Apa ya lupa Namanya :(
Lupa Nama Danau & Pulaunya :(
 4. Mandi di Air Terjun Pulau Moyo
Elissa di Air Terjun Pulau Moyo
David, Mac, Alfa, Louisa, Spanish Couple, Ascan, Sandra, John, Inga

Rabu, 30 Oktober 2013

Bukan Pameran Biasa

   "Woyy...Lau di mana?" Ketik saya singkat dengan aksen ala anak gaul Jakarta via whatsapp. "Gw lagi di Pejaten fa", jawab teman saya. Perkenalkan nama teman saya Dwi Kurnianto, kuliah di Universitas Indraprasta. Tempat Kuliah yang biaya perbulannya hanya Rp 200.00, beda sekali dengan saya yang kuliah di Univ Mer*cu Bua*na dengan harga perbulannya diatas rata-rata.

   "Ikut gw ke Kemang yuk", ajak saya sedikit memaksa. "Gw dari pagi sampe siang di Kemang fa, ini gw lagi di Pejaten. Lo ke KeluargaMart Pejaten aja nanti gw anter ke Kemang, emang lau mau ngapain ke Kemang?", tanya Dwi. "Gw mau liat pameran fotografi, yaudah gw OTW nih", jawab saya bersemangat.

   Biar saya beritahukan kepada kalian dear reader, ketika merujuk kata "Kemang", teman yang paling saya ingat adalah Dwi. Teman saya yang satu ini memang aktivis kemang bahkan bisa disebut anak gaul kemang, tiap hari dia akan sering terlihat di daerah Kemang. Dwi adalah sosok teman yang sangat loyal dan rela mati demi temannya. Hobinya futsal dan posisi favoritnya adalah penjaga gawang. Seperti yang pernah ia katakan, "Rambut gw udah kaya Kurnia Meiga ya?", merujuk pada penjaga gawang Timnas Indonesia kekinian. Kalau tidak percaya mention saja @dwikurnianto, tanyakan kepadanya jalan-jalan kemang dan lihat apakah rambutnya mirip Kurnia Meiga.

kelas pagi Jakarta - Jim Morisson - kelas pagi Yogyakarta
Singkat cerita kami sudah sampai di Waga Studio Kemang, persis di depan Kaepci Kemang. Kami mulai masuk ke studio dan melihat hasil karya pameran fotografi tersebut. "Gw gak ngerti nih bro yang beginian", ucap Dwi lirih. Tiba-tiba ada salah satu crew dari pameran datang menghampiri kami. "Kalau menurut lo, apa maksud gambar ini?", tanya salah satu crew sembari menunjuk gambar yang berjudul "Woman and Butterfly". "Kupu-kupu malam mas", jawab saya yakin. "Jadi maksud gambar ini adalah Perempuan itu rapuh seperti sayap kupu-kupu yang mudah patah", jawab crew yang kami kenal bernama Albert ini menjelaskan.

Aku adalah Kamu
Tak lama kemudian mata saya langsung tertuju kepada salah satu karya yang berjudl "Tisuku Sayangku", mungkin untuk anak muda sebaya saya ketika mendengar judul tersebut akan terasa familiar sekali. Mau atau malu kalian pasti akan langsung mengerti interpretasi judul tersebut. Banyak sekali karya-karya gila yang ditampilkan disana, namun yang sangat mengena kesan saya ialah karya yang berjudul "Aku adalah Kamu". Karya "Aku adalah Kamu" menurut saya mengintepretasikan bahwa sex adalah hak hidup semua orang, tak terkecuali orang yang memiliki kekurangan fisik. Karya ini lebih dari sekedar gambar, namun disisipkan syair puisi di sebelahnya.

Setelah puas berlama-lama di Waga Studio, kami pun pulang. Kami singgah di warung angkringan yang terletak di depan D'Cost kemang. Kami mengobrol berbagai macam topik mengenai pekerjaan yang kami lakukan, kegiatan di kampus yang tidak jelas itu, sampai Dwi yang belum move on dari mantannya. Dwi sampai berhenti menggunakan twitter untuk menghentikan kecanduannya melihat timeline mantannya. Setelah menenggak 2 gelas susu murni madu dan merasa sudah cukup tinggi, kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Di jalan pulang, saya masih terbayang tema pameran tadi. Interpretasi orang soal sex bisa berbeda-beda. Ada yang menganggapnya tabu dan malu-malu, ada pula yang menganggapnya sebagai olahraga rutin seperti hal nya futsal ataupun tenis meja, hanya sebagai kegiatan menguras keringat. Lain lagi menurut saya, sex adalah soal suci, soal kegiatan tertinggi yang saya anggap kegiatan sakral setelah menikah. Menurut kamu ?



Minggu, 01 Juli 2012

MORNING FLORES

Maumere, 2 July 2012

Hemmmm Hahhhhhh Hemmmm Hahhhhhhhhhhh
Sebentar men, gw masih agak lemes karena pagi ini jagoan gw di Euro2012 yaitu Italy baru diperkosa sama matador-matador spanyol yang supermaniak. Sebelum nonton bareng padahal gw masih optimis kalau Italy bakal Juara. But it was not be happy ending, ya dalam kenyataan tidak semuanya bisa diakhiri dengan kisah manis. Begitupun Cinta, tanya aja cupatkay atau pangeran Tianfeng.eaaaakkkkkkk

Pagi ini gw masih di Pulau Flores, tepatnya di kota Maumere. Gw berangkat ke Flores dari jakarta via denpasar dan labuhan bajo hari selasa tanggal 26 July 2012. Gw di Flores karena ada kerjaan dari kantor gw yaitu buat migrasi antena parabola buat sarana telekomunikasi di salah satu perusahaan BUMN yang kebetulan jadi user dari perusahaan tempat gw kerja. Di Flores atau lebih tepatnya di Propinsi Nusa Tenggara Timur gw harus ngerjain 5 project di lokasi berbeda, yaitu di Maumere, Endeh, balik lagi ke Maumere, terbang lagi ke Kupang, another flight to Waingapu and then finally Denpasar.

Pas gw liat dari pesawat terbang, Pulau Flores atau Propinsi NTT udah bikin mata gw terbelalak dengan pesona pulau dan pantainya yang sangat menakjubkan. Banyak Pulau kecil yang diujung atau dipojoknya banyak terdapat resort eksklusif. Pantesan aja siBule gak pernah pada bosen bersliweran kemari.


Jadi Pas gw pertama kali keliling kota Maumere, ternyata bukan musim duren atau musim rambutan yang gw temuin. Musim apa hayo tebak?tadaaaaaaa MUSIM SHUFFLE DANCE, ohmigot gw langsung berasa gak gahul banget gara-gara gak bisa shuffle dance. Anak muda di sini kalau ketemu dah kaya semut men, tiap papasan mereka langsung adu shuffle, dan sekali lagi gw merasa anak muda yang paling gak gahul se-Propinsi NTT.

Jadi setelah gw puas keliling kota Maumere atau lebih tepatnya setelah kerjaan gw beres, gw langsung ngelanjutin perjalanan ke kota Endeh, waktu tempuh kesana sekitar 4 jam naik travel dari Maumere. Perjalanan 4 jam yang termasuk kategori ektstrim karena sebelah kiri jalan adalah jurang dan sebelah kanan jalan adalah tebing yang rawan longsor diwaktu hujan dan yang lebih ekstrem lagi adalah ketika lo duduk di samping Pak Sopir yang mandi pakai parfum alias bau parfumnya lebay dan sukses buat gw mabok darat selama 4 jam dengan membawa 2 kantong kresek penuh muntahan,thats really terrible shits. Kalian tau danau Kelimutu?ya perjalanan dari Maumere ke Endeh melewati danu yang terkenal dengan tiga warnanya itu, dan sekali lagi masih banyak bule bersliweran.

Singkat cerita gw udah selesai sama kewajiban gw, sekarang waktunya menikmati kota Endeh. Dari cerita orang lokal yang kemana-mana nganterin gw (baca:tukang ojek), Bung Karno pernah di asingkan di kota ini. Behhhh gw yang notabene semasa SMP termasuk murid yang paling berbakat di pelajaran sejarah baru tahu kalau Bung Karno pernah diasingkan di Endeh. But well pada akhirnya gw percaya setelah gw keliling sama tukang ojek ini buat lihat rumah pengasingan dan pohon sawo lima cabang yang menjadi cikal bakal PANCASILA. 

Pada Saat gw pertama jalan-jalan di Endeh, gw minta anterin ke kafe yang bisa buat nongkrong sambil liat pantai. dan si Tukang ojek tau kafe dimana gw seharusnya berada. Eng ing eng  finally gw dibawa ke kafe dengan konsep kedai tuak dan ditemani wanita yang menuangkan tuak di gelas kita dengan diiring music house jedag-jedug. Jika kalian di posisi gw apa yg kalian lakukan?

 a. Cengar-cengir gak jelas sambil liatin wanita tuak separuh baya
 b. Langsung pergi dengan gontai sambil mengucap "amit-amit jabang bayi"
 c. a dan b salah
Jawaban: gw lebih memilih menuangkan tuak jatah gw ke tukang ojek tadi, tukang ojek tadipun serasa menjadi raja sehari karena dilayani engineer telekomunikasi yang ganteng (baca:gw) dan seorang wanita paruh baya pujaan hatinya. Dan finally gw pulang ke hotel sambil ngendarain motor si ojek dan si ojek?si ojek yang mabuk berat gw boncengin ke rumahnya. Sekian :)

Selasa, 27 Maret 2012

WAMENA, I WAS HERE

Wamena, 27 Maret 2012 (12:40 WIT)
Oke men kali ini gw mau cerita trip gw ke ibukota kabupaten pegunungan Jayawijaya, tepatnya di daerah wamena.
Jadi menurut gw ni men penerbangan ke wamena itu adalah salah satu penerbangan paling menegangkan yang pernah gw coba di Indonesia. Sebelumnya gw pernah naik pesawat dari jakarta ke jogja, dan itu juga menegangkan, gimana gak men?sebelum landing pesawatnya muter-muter dulu dari parangtritis ke gunung merapi, apakah itu salahsatu bentuk promosi pariwisata dari dinas pariwisata jogjakarta?yang jelas itu ide buruk, kita semua di pesawat gak mau tour itu, kita mau cepat landing pak, please jantung kami sudah cukup berolahraga selama penerbangan.

Jadi gw berangkat dari bandara sentani Jayapura, ya sekiranya butuh waktu 45 menit untuk terbang ke wamena. Dari mulai cek bagasi nih men, ini penerbangan udah ngasal. Jadwal terbang gw jam 12.00 WIT tapi gw check in jam 10.30 udah gak ada pegawai yang ngelayanin check in bagasi di tempat check in. Alhasil gw telpon calonya yg notabene adalah pegawai mascapai yg gw pakai itu sendiri, dan akhirnya gw langsung masuk ke ruang tunggu keberangkatan tanpa pegang tiket mascapai itu. Cuma bayar Rp 35.000 buat bayar airport tax. Sekedar informasi kalau lo mau terbang ke wamena men, loket satu-satunya mascapai ke wamena itu selalu tutup. Dan lo tau lo beli tiketnya dimana?lo telpon aja gw.hehehehe hah gw calo dong?bukan, gw temennya calo.

Jadi men setelah gw gak berhasil masukin barang bawaan gw ke bagasi pesawat, gw langsung masuk ke pesawat, tentunya bayar tiket dulu ke calonya (udah kaya kondektur bus aja tuh men ini calo). Setelah masuk di pesawat dan duduk di samping ibu pendatang (baca:bukan orang asli papua), gw minta ke pramugarinya buat masukin barang bawaan gw ke bagasi pesawat, dan akhirnya pramugari yang menurut perkiraan gw umurnya udah 48 tahun bersedia bawa barang bawaan gw ke bagasi (what 48 tahun?sepertinya gak ada regenerasi di mascapai ini, selain pesawatnya yg juga sudah tua ternyata pramugarinya juga sudah expired. Harusnya mascapai ini merekrut pramugari yang muda dan fresh graduate lah. Meskipun pesawatnya udah tua tapi pramugarinya harus yang enak dilihat, yg brtujuan untuk pencitraan maksudnya).

Penerbangan gw kali ini men meskipun sebentar, adalah 45 menit terlama yang gw alami selama 21 tahun gw hidup. Ibu di sebelah gw tutup hidung terus men, gw mikir tadinya apa ketek gw yang bau padahal tadi pagi gw dah mandi wajib. Tapi setelah hidung gw mengendus agak lama akhirnya gw tau apa yang membuat ibu itu menutup hidungnya pakai sapu tangan, bau itu tidak lain dan tidak bukan adalah dari orang asli papua. Ya memang gak semua orang papua itu menimbulkan bau menyengat, cuma beberapa aja yang masih belum sadar akan kebersihan.

Gw di pesawat pusing banget men, isi perut gw yang dipenuhi makanan mahal sisa semalam terasa mau keluar semua. Gw mabok perjalanan, bukan karena gw cupu yang baru sekali naik pesawat. Lo mau tau kenapa? Pertama, dari bau orang papua (yang kurang sadar kebersihan badan). Kalau lo sekarang lagi duduk di sebelah orang papua coba deh lo cium keteknya bau kagak?hahaha.
Untung aja men ada pramugari yang mondar-mandir selama pesawat lagi terbang, itu benar-benar membantu mengurangi rasa mual men. Pikiran lo jangan ngeres dulu, jadi pramugari ini (meskipun udah nenek-nenek) bau parfumnya tetap wangi. Setiap doi lewat, gw langsung ambil nafas panjang dan sedalam-dalamnya. Pokoknya tiap ada wangi parfum ataupun minyak kayu putih lewat di depan hidung gw, gw langsung ambil nafas panjang dan dalammmmm bangetttt men.hehehe itu satu-satunya kesempatan emas untuk menghirup udara yang bebas bau ketek men. Oportunies banget kan gw?yah begitulah gw pandai mengambil kesempatan dalam ketidakberdayaan.mwehehehe

Yang kedua selain bau ketek, yang bikin mual itu cara terbang pesawatnya. Dari mulai take off sampai landing, pesawatnya oleng kanan kiri terus. Gw pikir kenapa pesawatnya oleng kanan kiri terus, apa barang-barang di bagasi gak diikat?jadi kalau barang di bagasi geser ke kanan-kiri pesawatnya oleng ke kanan-kiri juga? Atau karena sebelum terbang pilotnya abis pakai narkoba? "PILOT: Bro enak banget nih gw lagi ngefly, tadi gw nyabu nya gak sesuai dosis", "CO PILOT: hahahah sama men, gw jg ngefly abis, yok kita zig-zag terbangnya". Dan penumpang contohnya gw yang masih perjaka ini cuma bisa dzikir sambil mengakui dosa-dosa gw selama hidup dan berharap gw bisa terus hidup dan mengakhiri keperjakaan gw ini.Mwehehehehe

Eh ada satu lagi ceritanya men, selama di wamena gw nginep di kontrakan teman gw. Pada suatu saat ada temannya teman gw ini datang, orangnya lumayan aneh, kalau lg sms-an atau telephon-an tangannya dikasih minyak kayu putih, abis sms dikirim dia genggam hp nya sambil dzikir dan baca lafal-lafal Allah. Please deh men, kalau sms lo gak terikirim itu bukan salah Allah, itu jelas salah provider yang jaringannya di wamena itu jelek. Atau mungkin dia lagi melet cewek kali ya lewat sms, jadi jaman sekarang udah canggih, melet sms yang notabene itu hal klenik bisa dikolaborasikan dengan teknologi mutakhir. Ya contohnya itu, melet cewek pakai sms, tp hp nya ya minimal BB atau android lah.mwehehe

Pada saat itu ada yang bikin hati gw miris men, ada suatu kejadian dimana temennya temen gw (sebut saja si A) ini nelpon ceweknya, ya biasalah percakapan antar sepasang kekasih itu gimana, setelah dia selesai nelpon, dia nonton tv ni sama-sama gw. Waktu itu acaranya FTV, nah kebetulan pemeran FTVnya itu cewek seksi. Lalu si A ini mulai ceramahnya ke gw, "mas, kalau liat cewek seperti di TV ini jangan terlalu dihayati, kita gak boleh terlalu memikirkan ke-bohay-an wanita, itu termasuk penyakit mental yang susah disembuhkan dan bisa membuat kita tidak SETIA KEPADA PASANGAn". Oh, okelah perkataan si A ini betul dan gw anggap si A ini memang orang yang setia untuk beberapa saat. Si A ini td cerita, dia LDR-an sama ceweknya Wamena-Bandung dan masih awet selama 1,5tahun. GW SALUT! Tapi beberapa saat kemudian ke-salut-an gw sirna, kpercayaan gw runtuh, kekaguman gw hilang tak berbekas. Itu karena tiba-tiba si A ini terima telpon, Si A: "iya Mimi, Pipi lagi makan nih Mi di tempat kawan pipi". What the fu*k? Dan ternyata si A sudah punya istri pemirsa.
NB : ya bolehlah kalian LDR-an sama pacar kalian, kalau sampai awet LDR-an sampai 1,5 tahun itu luar biasa. Tapi gak gitu juga kaleee, LDR-an sama pacar tapi dah punya istri juga lo PE'AK!
Sekian dan terimakasih.
Powered by Telkomsel BlackBerry®